Kamu ada.
Kamu ada pada setiap hati yang dingin.
pada resah yang mengisi jalan di pertengahan malam.
di setiap suara yang tersumbat ditutupi bantal karena takut akan di dengar orang.
ada di setiap keragu-raguan saat Aku mengirim pesan.
di antara pilihan ya atau tidak dalam putusan mengakhiri atau melanjutkan.
pada senyum yang mengembang saat membuka pesan-pesan lama seseorang.
Kamu ada.
Kamu ada pada lengan baju yang Aku gunakan menghapus air mata.
pada setiap percakapan tentang teman yang Aku sebut sebagai seseorang.
pada nama yang Aku rahasiakan di depan orang-orang.
pada setiap pertanyaan mengapa seseorang bisa berubah.
Kamu ada pada nama yang Aku igaukan saat sedang sakit demam.
pada toko toko yang dulu kita ada di sana.
pada angin yang mendinginkan kopiku yang tak pernah Aku coba teguk.
pada setiap judul buku yang Aku beli.
pada ingatan ketika Aku membaca tulisan-tulisan.
Kamu ada.
Kamu ada pada debar debar aneh saat Aku memandangi foto seseorang.
Seseorang.
seseorang yang dulu ada.
kini tiada.
Kamu ada pada setiap hati yang dingin.
pada resah yang mengisi jalan di pertengahan malam.
di setiap suara yang tersumbat ditutupi bantal karena takut akan di dengar orang.
ada di setiap keragu-raguan saat Aku mengirim pesan.
di antara pilihan ya atau tidak dalam putusan mengakhiri atau melanjutkan.
pada senyum yang mengembang saat membuka pesan-pesan lama seseorang.
Kamu ada.
Kamu ada pada lengan baju yang Aku gunakan menghapus air mata.
pada setiap percakapan tentang teman yang Aku sebut sebagai seseorang.
pada nama yang Aku rahasiakan di depan orang-orang.
pada setiap pertanyaan mengapa seseorang bisa berubah.
Kamu ada pada nama yang Aku igaukan saat sedang sakit demam.
pada toko toko yang dulu kita ada di sana.
pada angin yang mendinginkan kopiku yang tak pernah Aku coba teguk.
pada setiap judul buku yang Aku beli.
pada ingatan ketika Aku membaca tulisan-tulisan.
Kamu ada.
Kamu ada pada debar debar aneh saat Aku memandangi foto seseorang.
Seseorang.
seseorang yang dulu ada.
kini tiada.
Kamu ada.
Kamu selalu ada disana.
Hanya kita yang tak pernah ada di sana.
Kamu selalu ada disana.
Hanya kita yang tak pernah ada di sana.
------setengah dua belas.
0 komentar:
Posting Komentar